Ketua DPRD Kalteng Gelar Open House Nyepi 2025, Serukan Toleransi dan Kebersamaan


Palangka Raya, Newsinkalteng.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, menggelar Open House dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun 2025 di kediamannya, Jalan Menteng XX No. 97, Palangka Raya, pada Minggu (30/3/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta warga dari berbagai latar belakang agama dan budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Arton S. Dohong menyampaikan harapannya agar tahun 2025 menjadi tahun yang penuh kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.

“Semoga di tahun 2025 ini, seluruh masyarakat Kalimantan Tengah dapat hidup sejahtera, damai, dan tenang. Perayaan ini juga menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin semangat dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat serta membangun Kalimantan Tengah yang lebih baik,” ujar Arton.

Selain itu, dalam semangat toleransi dan kebersamaan, Arton S. Dohong juga turut menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat Muslim yang akan merayakannya pada Senin (31/3/2025).

“Semoga amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan membawa keberkahan bagi seluruh saudara-saudara kita yang menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.

Arton menegaskan bahwa kebersamaan dan toleransi antarumat beragama adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan di Indonesia yang multikultural.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga toleransi dan keharmonisan. Indonesia adalah negara yang heterogen, di mana umat Muslim, Nasrani, Hindu, dan Buddha hidup berdampingan. Oleh karena itu, mari kita saling menjaga kerukunan, mempererat tali persaudaraan, serta membangun harmoni di tengah keberagaman ini,” tuturnya.

Acara Open House tersebut berlangsung dengan hangat dan penuh keakraban, menjadi bukti nyata bahwa keberagaman di Kalimantan Tengah dapat menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang rukun dan harmonis.[Hlm/Red]

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama